Bahaya Permen Untuk Anak Anda

Semua Anak Didunia Suka Permen, Tapi Tahukan Anda Efeknya Permen Bagi Sang Buah Hati??

Agar Selalu Cantik dan Awet Muda

Tahukan Anda Semua Wanita Berusaha agar kulitnya tetap terlihat cantik dan awet muda

Cegah Anak Dari Kecanduan Game Online

Sebaiknya anda berhati-hati jika anak anda sudah mengenal internet, Terlebih dengan Game Online. Ketahui Tips Mencegahnya.

Tips Belanja Agar Hemat

Agar tidak boros saat belanja bulanan, ikuti beberapa tip berikut ini

Buat Suami Anda Bergairah Selalu

Gimana Cara Membuat Suami Terus Bergairah?? Suami biasanya mendapatkan banyak tekanan di tempat ia bekerja atau dalam bisnisnya. itu sangat memperngaruhinya dalam gairah, sehingga wanita harus faham gimana caranya membuat mereka bergairah.

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2014

Tips Membuat Bubur Atau Oatmeal Untuk Bayi

 Jika bayi Anda sudah memasuki usia 6 bulan, waktunya memperkenalkan makanan selain ASI untuknya. Anda bisa memulai dengan makanan saring yang mudah dicerna. Bubur susu bisa menjadi pilihan.
Atau jika bayi Anda sudah mulai makan makanan yang sedikit bertekstur Anda juga dapat memberikan oatmeal.
Beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda membuat bubur untuk si kecil:

Pakailah ASI: Untuk mencairkan bubur, sebaiknya Anda menggunakan ASI Anda. Selain kandungan gizinya menjadi lebih baik, rasa ASI yang sudah familiar akan lebih mudah diterima oleh bayi. ASI juga dapat dicampurkan dengan oatmeal untuk bayi Anda.

Jangan gunakan gula atau garam: Gula dan garam akan menyebabkan bayi tidak mengenal rasa asli makanan, penggunaan gula juga akan mengganggu pertumbuhan gigi bayi. Campurkanlah buah dan sayur dalam bentuk puree atau cincang untuk menambah cita rasa bubur.

Bersabar: Penolakan mungkin terjadi saat bayi dikenalkan makanan baru. Jangan menyerah, jika bayi Anda menolak memakan sayuran tertentu, ulangi pengenalan beberapa kali. Bayi Anda mungkin hanya tidak familiar dengan rasanya. Pengenalan yang tepat dan bertahap akan membantu mengurangi kemungkinan anak menjadi pemilih makanan.

Minggu, 02 Februari 2014

Bagaimana Berbicara Dengan Bayi Anda?

Mungkin jika Anda adalah ibu yang baru pertama kali memiliki bayi, Anda akan bingung bagaimana berkomunikasi dengan bayi Anda. Berikut tips dari situswebmd.comuntuk Anda yang baru saja memiliki first born baby.
1. Senyum dan berikan banyak perhatian
Sebelum bayi dapat berbicara, sebenarnya bayi mengerti makna-makna yang lazim Anda ungkapkan. Bayi juga belajar dengan cepat tentang nada-nada emosional Anda. Seringlah tersenyum, pandangilah ketika bayi Anda tertawa, bersabarlah ketika bayi Anda merengek dan berikan banyak cinta pada bayi Anda.
2. Tirukan
Dengan menirukan gerakan atau ucapan bayi Anda, berarti Anda sedang memperhatikan bahwa apa yang akan disampaikan bayi Anda adalah penting. Tirukan suara atau ucapan bayi Anda, berikan respon yang baik, selalu kuatkan komunikasi Anda dengan selalu tersenyum dan mengamati wajah bayi Anda.
3. Seringlah berbicara
Bayi sebenarnya suka ketika ada seseorang yang berbicara padanya. Bayi juga belajar bicara secara perlahan dengan menirukan setiap perkataan seseorang. Jadi semakin sering Anda berbicara pada bayi Anda, hal ini akan merangsang bayi Anda agar dapat segera berbicara. Sering berbicara pada bayi Anda juga meningkatkan kemampuan mendengarnya. Sering-seringlah mengucapkan kata yang sama seperti, "Mama, Papa" sehingga bayi Anda akan familiar dengan kata-kata tersebut.
Jadi jangan bingung lagi untuk berbicara dengan bayi Anda.

sumber:vemale.com

Berikan Nutrisi Terbaik Untuk Bayi Anda agar tidak mudah sakit.. KLIK

Selasa, 24 Desember 2013

5 Cara efektif mendorong perkembangan gerak tangan si kecil

Kemampuan koordinasi antara otak, mata, dan gerakan tangan adalah salah satu skil yang harus dikuasai si kecil untuk menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari seperti makan, menulis,menggambar, membuka pindu dan lain sebagainya. Kemampuan tersebut akan secara gradual mengalami peningkatan seiring dengan penambahan usia si kecil.

Tahapan perkembangan gerak tangan si kecil

Usia 15-18 bulan. Pada saat usia si kecil mencapai 15-18 bulan, mereka biasanya sudah memiliki kemampuan seperti memegang sendok dan mengarahkannya ke mulut, mendekatkan gelas kemulut tanpa terlalu banyak tumpah, dapat membuat menara dari tiga buah balok, dan mulai menulis cakar ayam. Ayah bunda dapat berkonsultasi dengan dokter jika di usia tersebut si kecil masih belum bisa memegang dan menggunakan sendok makan,
Usia 2 tahun. Saat usia si buah hati mencapai 2 tahun, biasanya dia sudah bisa memutar gagang pintu, memasukan kaki ke kaos kali ayah bunda, membalik halaman buku, dan membuka tutup toples. Sebagaimana disampaikan pada artikel sebelumnya bahwa kecepatan seorang anak dengan yang lainya dalam hal penguasaan skill dapat bervariasi, jadi kemampuan-kemampuan di atas tidak harus semuanya bisa dilakukan si buah hati.
Usia 3 tahun. Di usia si kecil menginjak 3 tahun, biasanya dia sudah bisa membuka atau melepas baju dengan bantuan ayah bunda, dapat membuat menara dari sembilan buah balok, makan denganmenggunakan garpu dan sendok, mengambil benda kecil, memegang pena dengan benar, menggambar tanda silang setelah dicontohkan, dan mampu menuangkan air dari teko ke gelas dengan menggunakan dua tangan tanpa banyak tumpah.

Tips mendorong perkembangan gerak tangan anak balita

1. Tunjukan dan ajarkan pada si kecil aktifitas-aktifitas sederhana seperti membuka tutup stoples, membalik halaman buku, menyusun balok, merobek kertas dan sebagainya. Ajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan usianya. Jika si anak belum merespon, ayah bunda jangan khawatir, beberapa anak nampak tidak memperhatikan saat diajari namun sebenarnya dia menangkap apa yang disampaikan.
2. setelah usianya mencapai dua tahun, ajari dia cara melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri seperti memakai sendok, memakai topi, melepas kaus kaki, dan lain sebagainya.
3. Berikan mainan balok yang dapat disusun. Pastikan bunda memilih mainan berbahan dasar ‘non-toxic’ atau tidak beracun. Selain mainan balok, bunda juga dapat memberikan si kecil mainan lain yang bersifat melatih gerak tangan mereka.
4. Jenis mainan yang memiliki benda untuk diputar, dipuntir, dilingkari dan dijungkirbalikan juga bagus diberikan untuk memacu aktifitas gerak tangan mereka.
5. Lakukan aktifitas menggambar, mewarnai, dan melukis menggunakan pensil warna atau krayon bersama si kecil, atau lakukan permainan puzle atau mainan bongkar pasang bersama-sama untuk mendorong kematangan koordinasi antara otak, mata dan gerak tangannya.

Perhatikan keamanan sekitar

Pada saat usia si kecil menginjak dua tahun atau lebih, mereka memiliki tingkat keingintahuan yang cukup tinggi. Tanpa diajari secara langsung, mereka akan meniru tindakan ayah bunda. Berhati-hati jika si kecil meniru aktivitas ayah bunda menggunakan benda berbahaya seperti pisau atau obeng. Hati-hati juga dengan kompor, terminal listrik, dan termos berisi air panas. Pastikan ayah bunda menyimpan benda-benda berbahaya jauh dari jangkawan si buah hati.

Menangani Batuk Pada Bayi dan Balita

Batuk pilek ringan akibat infeksi virus lumrah terjadi pada balita diatas 6 bulan, hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh si kecil belum bekerja optimal. Disamping itu, asupan ASI bayi diatas 6 bulan sudah mulai berkurang sejak mereka mengkonsumsi makanan tambahan, padahal ASI adalah salah satu faktor pemberi kekebalan tubuh pada bayi.
Jika si kecil mengalami batuk pilek, Ayah Bunda harus waspada tapi tidak perlu panik. Para ahli kesehatan anak menjelaskan batuk pilek ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa harus memberikan obat kimia. Dokter-dokter di Amerika bahkan tidak merekomendasikan para orang tua untuk memberikan obat batuk pilek pada balita dibawah 4 tahun.
Sering muncul salah kaprah bahwa kalau si kecil sakit, harus selalu diberi obat. Hal ini harus difahami dengan baik karena sebenarnya obat batuk pilek yang banyak beredar dipasaran tidak menghilangkan sumber penyakit. Obat-obat tersebut hanya meredakan tanda-tanda (simptom) dari penyakit bukan menghapus si virus penyebab penyakit.

Mengangani balita yang sedang flu

1. Berikan cairan yang banyak. Jika sikecil masih minum ASI, pastikan dia minum ASI yang banyak, didalam air susu ibu terdapat komponen yang dapat meningkatkan system kekebalan tubuh si kecil. Berikan air putih yang banyak, hindari pemberian jus buah atau minuman bersoda karena dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokanya yang sedang sakit.
2. Berikan madu pada balita diatas satu tahun. Bayi dibawah satu tahun tidak direkomendasikan untuk diberikan madu. Madu memang bagus untuk perkembangan tubuh tapi biasanya penanganan madu pada tahap produsi madu tersebut tidak dijamin steril, sehingga berisiko diberikan kepada bayi dibawah satu tahun. Tim atau kukus terlebihdahulu madu selama 15-20 menit sebelum diberikan, jika Bunda tetap ingin memberikan madu pada bayi yang berusia dibawah satu tahun.
3. Hangatkan tubuh si kecil menggunakan minyak telon atau kayuputih. Untuk menambah kenyamanan bernafas, tidurkan si kecil dengan bantal kepala yang lebih tinggi. Untuk mengurangi kekentalan lendir pada hidung, bunda dapat meneteskan larutan saline (garam steril) yang dapat diperoleh di apotek terdekat.
4. Untuk balita diatas 2 tahun, bunda dapat meringankan flu mereka dengan memberikan sup kaldu hangat, atau teh jahe dengan madu. Beberapa terapis herbal merekomendasikan campuran antara jeruk nipis dan madu untuk meringankan batuk sikecil. Campurkan air jeruk dan madu dengan perbandingan 1:1 berikan 1 sendok teh, 3 kali sehari setelah makan.
5. Obat Terbaik Untuk anak yang masih menyusui adalah asi itu sendiri, sehingga untuk menyamebuhkan gejala batuk pada bayi sebaiknya bunda meningkatkan kualitas asi dan menjaga kesehatan bunda. karena sebagian besar masalah pada bayi diakibatkan karena kualitas asi dan kesehatan bunda yang tidak stabil.

Kapan harus menemui dokter?

Jika batuk pilek tidak membaik dalam waktu dua pekan atau batuk menjadi sangat parah sehingga mengganggu pola makan dan tidur si kecil, apalagi disertai muntah dan demam tinggi, Ayah bunda perlu was-was, segera temui dokter untuk berkonsultasi. Ciri lain yang harus diwaspadai diantaranya adalah: Batuk yang disertai lendir atau dahak yang berwarna hijau, kuning, coklat, atau ada bercak darah pada lendirnya, dan bayi atau balita tidak mau makan dan kehilangan berat badan
sumber:balitapedia.com

Selasa, 19 November 2013

Berat Badan Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.

Selasa, 29 Oktober 2013

Efek Permen Terhadap Kesehatan Anak

Dari segi manfaat, permen lebih banyak memiliki sisi yang merugikan ketimbang menguntungkan jika ditinjau dan segi nutrisi, permen merupakan makanan yang miskin nutrien (zat gizi), dan hampir seluruhnya terbuat dari gula. Mungkin sedikit terkandung protein, misalnya pada permen yang dicampur susu, kacang atau cokelat Tetapi, ini pun sangat sedikit. Selain itu, rasa manis yang terkandung dalam permen pun kadang-kadang berasal dari zat pemanis.

Belum lagi zat pewama yang mewarnai permen, flavour, zat penambah rasa, dan zat-zat aditif lain yang lerkandung dalam permen. Ini pun dapat menimbulkan masalah bagi yang mengkonsumsinya, bila zat-zat aditif tersebut tak sesuai dengan aturan yang berlaku.
jika dilihat dari kandungan nutrisinya, jelas permen tidak memenuhi gizi seimbang yang diperlukan seorang anak dalam masa pertumbuhannya. Selain itu, gula pada permen membuat anak merasa kenyang, dan tentu saja mengurangi nafsu makannya. jika anak terbiasa dengan rasa manis, ia terkondisikan menyukai makanan yang rasanya manis-manis saja. Tentu saja dari aspek kesehatan hal ini tidaklah bagus, karena akan mengakibatkan anak memiliki kecenderungan mengkonsumsi makanan yang rasanya manis, yang umumnya tinggi zat hidrat arangnya. Akibatnya, tubuh memerlukan hormon insulin lebih banyak. Dan, dalam jangka lama, cenderung menimbulkan penyakit. Misalnya, diabetes dan obesitas. Ini merupakan masalah yang akan muncul di masa yang akan datang sebagai akibat bila sejak dini terbiasa menyukai makanan yang manis-manis saja.
Dari aspek kesehatan lain, permen dapat merusak gigi anak karena gula bersifat cariogenic (membuat karies pada gigi) dan merangsang pertumbuhan kuman dalam mulut. Kuman ini dapat menimbulkan lubang pada gigi. Selain itu, enzim-enzim dalam mulut memfermentasi gula, yang mengakibatkan lapisan luar (email) gigi terkikis karena proses ini.
Jadi, banyak sekali kerugian yang ditimbulkan bila anak terlalu sering makan permen. Selain itu, hampir semua jenis gula yang merupakan bahan utama permen bersifat estrogenic, kecuali jenis gula xylitol. Gula jenis ini tidak terlalu menimbulkan karies pada gigi. Oleh karenanya, bila membeli permen, orang tua dapat terlebih dahulu melihat kandungan yang terdapat pada permen.
Sebaiknya, orang tua tidak mengenalkan permen pada anak. Jangan sampai setiap kali, semisal, karena anak merengek-rengek atau juga perasaan bersalah orang tua yang sibuk bekerja dan meninggalkan anak seharian, lantas memberinya hadiah permen ataupun cokelat.
Akan lebih baik bila orang tua memberi anak makanan bergizi seimbang atau mainan edukatifsebagai pengalihan dari pemberian permen ini. Selama ini memang belum ada efek samping yang berbahaya yang ditimbulkan bila anak senang makan permen. Efek samping ini baru muncul jika anak makan permen secara berlebihan, ataupun memiliki alergi terhadap kandungan zat aditit yang terdapat dalam permen tersebut.
Tak dapat dipungkiri, lingkungan di sekitar kita akan mengenalkan anak pada permen. Semisal, teman si kecil yang berulang tahun membawakan bingkisan yang berisi permen, cokelat dan makanan manis-manis lainnya. Tentu saja hal seperti ini tak dapat terhindarkan. Selama tidak berlebihan, anak boleh saja mencicipinya. Jika ia makan permen satu atau dua buah, itu masih lumrah. Setelah itu, sebaiknya anak minum air putih atau menggosok gigi untuk membersihkan giginya. Namun demikian, orang tua perlu membatasi keinginan anak mengkonsumsi permen. Jika orang tua ingin melarang anaknya makan permen, gunakanlah strategi khusus seperti mengalihkan keinginan anak pada makanan lain yang lebih bergizi dan menarik.

Tips untuk merawat gigi susu anak

Beberapa orang tua menganggap bahwa gigi susu tidak perlu untuk dirawat karena mereka berangggapan gigi ini akan copot dalam beberapa tahun. Ini sebenarnya sangat salah. Karena saat gigi susu mengalami kerusakan dan panyakit ini bisa berpindah ke gigi permanen dari si anak. Apalagi jika proses pembusukan sudah sampai ke akar gigi maka infeksi bisa berpindah ke gigi tetap dari sang anak.
Oleh karena itu orang tua harus tanggap dalam merawat gigi susu anak, berikut ada sedikit tips merawat gigi susu.
  • gigi susu ini sebenarnya juga memerlukan perawatan yang sama dengan  gigi permanen oleh karena itu gigi susu memerlukan perawatan agar terhindar dari infeksi atau mengalami cidera secara langsun atauun tidak langsung.
  • Mulai suruh anak anda sikat gigi ketika gigi susu pertama anak anda muncul.. awal – awal bisa menggunakan jari atau pun kapas untuk membersihkan gigi anak anda. Baru sekitar satu tahun baru gunakan sikat gigi dan awasi dan bimbing anak anda ketika mereka menggunakannya. Disarankan untuk terus membimbing anak menyikat gigi hingga 3 – 4 tahun atau hingga sang anak sudah bisa dan ahli menyikat giginya sendiri dengan baik dan benar. Disaat ini anda hanya cukup dengan mengawasinya saja.
  • Pintar – pintarlah memilih sikat gigi anak yang baik dan cocok untuk anak anda. Pilihlah sikat gigi yang memiliki sikat yang lembut dan bulat serta pilihlah kepala skita yang kecil agar memudahkan si kecil menjangkau sudut – sudut yang jauh. Pilih juga gagang yang cocok, cukup tebal, enak dipegang, aman dan nyaman.
  •  Setelah selesai menyikat gigi, bilaslah sikat hingga bbersih dan keringkan. Dan jangan lupa untuk mengganti sikat gigi 3 bulan sekali.

Tips Merawat Anak Ketika Sakit

Ketika anak sakit biasanya anak akan rewel dan butuh perhatian anda. Di saat ini anak ingin diperhatikan lebih. Saat ini anda harus tahu apa saja yang perlu di perhatikan, berikut
  1. jangan suka menakiti anak anda dan berilah mereka ketenangan
    ketika anak sakit biasanya mereka merasa takut walaupun orang tua mereka sudah mengatakan bahwa mereka akan segera sembuh tetapi daya khayal anak akan tetap aktif dan akan semakin takut bila merak di takut – takuti ketika mereka sakit oleh sebab itu, jangan menakuti anak ketika mereka sakit.
  2. jangan manjakan anak tetapi anggap anak sebagai pahlawan
    ini karena setiap anak sangat suka bila dianggap sebagai pahlawan. Jika anak anda sakit, sebaiknya jangan anda manjakan. Jika ia harus disuntik, katakan kepada anak bahwa suntikan itu akan sedikit saja. Bantu anak anda untuk menjadi dewasa, karena  nyeri sedikit dari suntikan itu akan menolong dia untuk sembuh.
  3. jangan izinkan anak anda dikunjungi banyak tamu untuk menghindari banyak percakapan.
    Anda perlu berhati – hati menerima tamu ketika anak anda sedang sakit. Sebaiknya izinkan mereka melawat sebaentar saja. Karena  mereka biasanya membicarakan terlalu banyak hal sehingga dikhawatirkan akan keluar kata – kata yang membuat sang anak salah mengerti.
  4. tunjukan anak anda keindahan alam seperti tanaman, binatang dan bunga
    ini akan membantu anak yang sakit melupakan kondisinya yang sedang sakit.
  5.  ceritakan sesuatu yang menggembirakan dan jangan cerita hal – hal yang menyedihkan. Dengan bercerita hal – hal yang membuatnya bahagia akan bisa membuatnya senang dan lekas sembuh. Dan apabila kita menceritakan hal – hal yang membuatnya sedih akan bisa membuat kondisi kesehatannya semakin buruk.